Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Bank Bumi Arta TbkTrading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Bumi Arta Tbk dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Bank Bumi Arta Tbk diperdagangkan di Rp745 (kapitalisasi pasar 2,55 T, volume 24 jam 30,9 rb), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp134 (kapitalisasi pasar 388,37 M, volume 24 jam 95,9 rb). Perbedaan utamanya: Bank Bumi Arta Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,6× kapitalisasi pasar Damai Sejahtera Abadi Tbk., dan Damai Sejahtera Abadi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (95,9 rb vs 30,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BNBAUFOE
Kapitalisasi Pasar
2,55 T388,37 M
Volume
30,9 rb95,9 rb
Lot
309959
Perputaran
23,06 jt12,7 jt
Harga Rata-rata
746,13132,47
Nilai Transaksi
23,06 jt12,7 jt

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BNBA
Lihat detail
UFOE
Lihat detail

Tentang Bank Bumi Arta Tbk

PT Bank Bumi Arta (the company) was established under its original name of PT Bank Bumi Arta Indonesia on Mar 3, 1967 then changed to PT Bank Bumi Arta based on Notaries Deed dated Jul 19, 1989 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Sept 14, 1992. The Company was merged with PT Bank Duta Nusantara (d/h PT Bank Pegawai) to improve operational banking network and to increase capital structure.The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 8 of Fathiah Helmi, S.H., dated Mar 9, 2006, concerning company public offering.

Selengkapnya di halaman BNBA

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE