Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) vs Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM)

Bank Bumi Arta TbkTrading
Dua Putra Utama Makmur Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Bumi Arta Tbk dan Dua Putra Utama Makmur Tbk.: Bank Bumi Arta Tbk diperdagangkan di Rp745 (kapitalisasi pasar 2,55 T, volume 24 jam 30,9 rb), sedangkan Dua Putra Utama Makmur Tbk. diperdagangkan di Rp98 (kapitalisasi pasar 400,8 M, volume 24 jam 5,23 jt). Perbedaan utamanya: Bank Bumi Arta Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Dua Putra Utama Makmur Tbk., dan Dua Putra Utama Makmur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,23 jt vs 30,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BNBADPUM
Kapitalisasi Pasar
2,55 T400,8 M
Volume
30,9 rb5,23 jt
Lot
30952,28 rb
Perputaran
23,06 jt505,67 jt
Harga Rata-rata
746,1396,72
Nilai Transaksi
23,06 jt505,67 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
98
Volume Ekuilibrium Indikatif
125

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BNBA
Lihat detail
DPUM
Lihat detail

Tentang Bank Bumi Arta Tbk

PT Bank Bumi Arta (the company) was established under its original name of PT Bank Bumi Arta Indonesia on Mar 3, 1967 then changed to PT Bank Bumi Arta based on Notaries Deed dated Jul 19, 1989 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Sept 14, 1992. The Company was merged with PT Bank Duta Nusantara (d/h PT Bank Pegawai) to improve operational banking network and to increase capital structure.The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 8 of Fathiah Helmi, S.H., dated Mar 9, 2006, concerning company public offering.

Selengkapnya di halaman BNBA

Tentang Dua Putra Utama Makmur Tbk.

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (the Entity) was established under the name PT Dua Putra Utama Makmur based on Notarial Deed of Sugiyono, S.H., No. 8, dated May 9, 2012.

Selengkapnya di halaman DPUM