Perbedaan Bubblemaps dan Walrus: Bubblemaps diperdagangkan di Rp213,78 (kapitalisasi pasar Rp148,45M, volume 24 jam Rp30,27M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp547,39 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp67,89M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 9× kapitalisasi pasar Bubblemaps, dan suplai beredar Bubblemaps 697,1M / 1B BMT (70%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bubblemaps selama 19 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| BMT | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp148,45M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp30,27M | Rp67,89M |
Suplai yang Beredar | 697,1M / 1B BMT (70%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 22 Hari |
Bubblemaps mengumpulkan dana sebesar €6,5 juta pada 2023 dan 2024 untuk mempercepat pengembangan dan memperluas jangkauannya di berbagai ekosistem. Platform ini banyak digunakan untuk penelitian token dan analisis pasokan, berkontribusi pada investigasi on-chain. Dengan lebih dari 1 juta kunjungan bulanan, Bubblemaps terintegrasi dengan layanan seperti Pump.fun, Etherscan, dan DEX Screener.
Selengkapnya di halaman BMT →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →