Perbedaan Bubblemaps dan Osmosis: Bubblemaps diperdagangkan di Rp213,78 (kapitalisasi pasar Rp148,45M, volume 24 jam Rp30,27M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp615,08 (kapitalisasi pasar Rp477,9M, volume 24 jam Rp41,57M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Bubblemaps, dan suplai beredar Bubblemaps 697,1M / 1B BMT (70%) dibanding 780,8M / 1B OSMO (79%) milik Osmosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bubblemaps selama 19 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| BMT | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp148,45M | Rp477,9M |
Volume (24h) | Rp30,27M | Rp41,57M |
Suplai yang Beredar | 697,1M / 1B BMT (70%) | 780,8M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 21 Hari |
Bubblemaps mengumpulkan dana sebesar €6,5 juta pada 2023 dan 2024 untuk mempercepat pengembangan dan memperluas jangkauannya di berbagai ekosistem. Platform ini banyak digunakan untuk penelitian token dan analisis pasokan, berkontribusi pada investigasi on-chain. Dengan lebih dari 1 juta kunjungan bulanan, Bubblemaps terintegrasi dengan layanan seperti Pump.fun, Etherscan, dan DEX Screener.
Selengkapnya di halaman BMT →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →