Perbedaan Bubblemaps dan Boba Network: Bubblemaps diperdagangkan di Rp213,45 (kapitalisasi pasar Rp148,45M, volume 24 jam Rp30,27M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp361,54 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M). Perbedaan utamanya: Boba Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bubblemaps 697,1M / 1B BMT (70%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bubblemaps selama 19 Hari dan Boba Network selama 9 Hari.
| BMT | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp148,45M | Rp172,28M |
Volume (24h) | Rp30,27M | Rp35,66M |
Suplai yang Beredar | 697,1M / 1B BMT (70%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 9 Hari |
Bubblemaps mengumpulkan dana sebesar €6,5 juta pada 2023 dan 2024 untuk mempercepat pengembangan dan memperluas jangkauannya di berbagai ekosistem. Platform ini banyak digunakan untuk penelitian token dan analisis pasokan, berkontribusi pada investigasi on-chain. Dengan lebih dari 1 juta kunjungan bulanan, Bubblemaps terintegrasi dengan layanan seperti Pump.fun, Etherscan, dan DEX Screener.
Selengkapnya di halaman BMT →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →