Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) vs Timah Tbk. (TINS)

Lavender Bina Cendikia Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Lavender Bina Cendikia Tbk. dan Timah Tbk.: Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp30 (kapitalisasi pasar 30,9 M, volume 24 jam 568,4 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.570 (kapitalisasi pasar 26,07 T, volume 24 jam 40,77 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 843,7× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (40,77 jt vs 568,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMBLTINS
Kapitalisasi Pasar
30,9 M26,07 T
Volume
568,4 rb40,77 jt
Lot
5,68 rb407,66 rb
Perputaran
16,79 jt146,02 M
Harga Rata-rata
29,533.581,97
Nilai Transaksi
16,79 jt146,02 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
303.570
Volume Ekuilibrium Indikatif
13013,11 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMBL
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS