Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Lavender Bina Cendikia Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Lavender Bina Cendikia Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp30 (kapitalisasi pasar 30,9 M, volume 24 jam 417,3 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp59 (kapitalisasi pasar 885,64 M, volume 24 jam 4,83 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 28,7× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (4,83 jt vs 417,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMBLSQMI
Kapitalisasi Pasar
30,9 M885,64 M
Volume
417,3 rb4,83 jt
Lot
4,17 rb48,27 rb
Perputaran
12,27 jt282,87 jt
Harga Rata-rata
29,4158,6
Nilai Transaksi
12,27 jt282,87 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
57
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,4 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMBL
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI