Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Lavender Bina Cendikia Tbk.Trading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Lavender Bina Cendikia Tbk. dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp30 (kapitalisasi pasar 30,9 M, volume 24 jam 2,96 jt), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp5.725 (kapitalisasi pasar 84,34 T, volume 24 jam 14,53 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2729,4× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (14,53 jt vs 2,96 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMBLEMAS
Kapitalisasi Pasar
30,9 M84,34 T
Volume
2,96 jt14,53 jt
Lot
29,64 rb145,32 rb
Perputaran
88,75 jt84,06 M
Harga Rata-rata
29,945.784,58
Nilai Transaksi
88,75 jt84,06 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
305.725
Volume Ekuilibrium Indikatif
13,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMBL
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS