Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Lavender Bina Cendikia Tbk.Trading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Lavender Bina Cendikia Tbk. dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp32 (kapitalisasi pasar 32,96 M, volume 24 jam 655 rb), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp7.600 (kapitalisasi pasar 113,06 T, volume 24 jam 8,52 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3430,2× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,52 jt vs 655 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMBLEMAS
Kapitalisasi Pasar
32,96 M113,06 T
Volume
655 rb8,52 jt
Lot
6,55 rb85,25 rb
Perputaran
20,3 jt64,38 M
Harga Rata-rata
30,997.551,61
Nilai Transaksi
20,3 jt64,38 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
327.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
104,13 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMBL
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS