Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) vs Indo Kordsa Tbk (BRAM)

Lavender Bina Cendikia Tbk.Trading
Indo Kordsa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Lavender Bina Cendikia Tbk. dan Indo Kordsa Tbk: Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp30 (kapitalisasi pasar 30,9 M, volume 24 jam 2,96 jt), sedangkan Indo Kordsa Tbk diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 2,01 T, volume 24 jam 1,2 rb). Perbedaan utamanya: Indo Kordsa Tbk jauh lebih besar — sekitar 65× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Lavender Bina Cendikia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,96 jt vs 1,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMBLBRAM
Kapitalisasi Pasar
30,9 M2,01 T
Volume
2,96 jt1,2 rb
Lot
29,64 rb12
Perputaran
88,75 jt5,46 jt
Harga Rata-rata
29,944.551,67
Nilai Transaksi
88,75 jt5,46 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
30
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMBL
Lihat detail
BRAM
Lihat detail

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL

Tentang Indo Kordsa Tbk

PT Indo Kordsa Tbk (the Company) was established in 1981 in Jakarta, PT Branta Mulia Tbk was South East Asian’s first tire cord fabric manufacturer. The Branta Mulia Group has since expanded its vertical integration to include the production facilities of nylon 66 and polyester tire yarns used in the manufacture of tire cord fabrics. The company’s production process applies state of the art technologies in its Indonesian and Thailand tire cord fabric plants. PT Branta Mulia Tbk became a publicly listed company in 1990 when its shares were initially listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges. All of the company’s issued shares have been de-listed from PT Bursa Efek Surabaya effective from 5 September 1999.

Selengkapnya di halaman BRAM