Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Bank Maspion Indonesia Tbk.Trading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Maspion Indonesia Tbk. dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Bank Maspion Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp490 (kapitalisasi pasar 8,96 T, volume 24 jam 76,1 rb), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp141 (kapitalisasi pasar 405,76 M, volume 24 jam 73 rb). Perbedaan utamanya: Bank Maspion Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 22,1× kapitalisasi pasar Damai Sejahtera Abadi Tbk., dan Bank Maspion Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (76,1 rb vs 73 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMASUFOE
Kapitalisasi Pasar
8,96 T405,76 M
Volume
76,1 rb73 rb
Lot
761730
Perputaran
37,5 jt10,26 jt
Harga Rata-rata
492,76140,51
Nilai Transaksi
37,5 jt10,26 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
490141
Volume Ekuilibrium Indikatif
991

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMAS
Lihat detail
UFOE
Lihat detail

Tentang Bank Maspion Indonesia Tbk.

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (the Bank) was established on November 6, 1989 based on Notarial Deed No. 68 of Soetjipto, S.H., which was amended by Notarial Deed No. 49 dated December 5, 1989 of the same notary. The Bank started its commercial operations in 1990. As of December 31, 2012, the Bank has 10 domestic branches, 27 sub-branches, 10 cash offices and 45 Automatic Teller Machines (ATMs) located at Surabaya, Jakarta, Semarang, Denpasar, Medan, Bandung, Makassar, Malang, Solo and Purwokerto.

Selengkapnya di halaman BMAS

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE