Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Bank Maspion Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Maspion Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Bank Maspion Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp494 (kapitalisasi pasar 8,96 T, volume 24 jam 27 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 261,6 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (261,6 rb vs 27 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BMASRLCO
Kapitalisasi Pasar
8,96 T14,41 T
Volume
27 rb261,6 rb
Lot
2702,62 rb
Perputaran
13,39 jt1,19 M
Harga Rata-rata
495,844.553,49
Nilai Transaksi
13,39 jt1,19 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
5054.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
200100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BMAS
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Bank Maspion Indonesia Tbk.

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (the Bank) was established on November 6, 1989 based on Notarial Deed No. 68 of Soetjipto, S.H., which was amended by Notarial Deed No. 49 dated December 5, 1989 of the same notary. The Bank started its commercial operations in 1990. As of December 31, 2012, the Bank has 10 domestic branches, 27 sub-branches, 10 cash offices and 45 Automatic Teller Machines (ATMs) located at Surabaya, Jakarta, Semarang, Denpasar, Medan, Bandung, Makassar, Malang, Solo and Purwokerto.

Selengkapnya di halaman BMAS

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO