Perbedaan Blur dan STBL: Blur diperdagangkan di Rp318,18 (kapitalisasi pasar Rp909,8M, volume 24 jam Rp706,13M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp416,58 (kapitalisasi pasar Rp290,99M, volume 24 jam Rp40,47M). Perbedaan utamanya: Blur jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Blur terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blur selama 44 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| BLUR | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp909,8M | Rp290,99M |
Volume (24h) | Rp706,13M | Rp40,47M |
Suplai yang Beredar | 2,8B BLUR | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BLUR adalah token tata kelola asli dari Blur, pasar NFT dan platform agregator yang menawarkan fitur-fitur canggih seperti umpan harga waktu nyata, manajemen portofolio, dan perbandingan NFT multi-pasar. Ia mengklaim memiliki sapuan NFT yang lebih cepat, dan antarmuka yang lebih intuitif dibandingkan platform serupa lainnya.
Selengkapnya di halaman BLUR →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →