Perbedaan Blur dan Gitcoin: Blur diperdagangkan di Rp317,21 (kapitalisasi pasar Rp909,8M, volume 24 jam Rp706,13M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp107,87M, volume 24 jam Rp61,64M). Perbedaan utamanya: Blur jauh lebih besar — sekitar 8,4× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai beredar Blur 2,8B BLUR dibanding 87,5M GTC milik Gitcoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blur selama 44 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| BLUR | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp909,8M | Rp107,87M |
Volume (24h) | Rp706,13M | Rp61,64M |
Suplai yang Beredar | 2,8B BLUR | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 44 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BLUR adalah token tata kelola asli dari Blur, pasar NFT dan platform agregator yang menawarkan fitur-fitur canggih seperti umpan harga waktu nyata, manajemen portofolio, dan perbandingan NFT multi-pasar. Ia mengklaim memiliki sapuan NFT yang lebih cepat, dan antarmuka yang lebih intuitif dibandingkan platform serupa lainnya.
Selengkapnya di halaman BLUR →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →