Perbedaan Blur dan Cetus Protocol: Blur diperdagangkan di Rp319,4 (kapitalisasi pasar Rp917,01M, volume 24 jam Rp683,44M), sedangkan Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,16 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M). Perbedaan utamanya: Blur jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Blur terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blur selama 44 Hari dan Cetus Protocol selama 30 Hari.
| BLUR | CETUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp917,01M | Rp309,4M |
Volume (24h) | Rp683,44M | Rp31,88M |
Suplai yang Beredar | 2,8B BLUR | 956,5M / 1B CETUS (96%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BLUR adalah token tata kelola asli dari Blur, pasar NFT dan platform agregator yang menawarkan fitur-fitur canggih seperti umpan harga waktu nyata, manajemen portofolio, dan perbandingan NFT multi-pasar. Ia mengklaim memiliki sapuan NFT yang lebih cepat, dan antarmuka yang lebih intuitif dibandingkan platform serupa lainnya.
Selengkapnya di halaman BLUR →Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →