Perbedaan Blast dan 0x Protocol: Blast diperdagangkan di Rp6,3 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.552 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp70,56M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| BLAST | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp70,56M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →