Perbedaan Blast dan Zora: Blast diperdagangkan di Rp4,29 (kapitalisasi pasar Rp287,41M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Zora diperdagangkan di Rp86,19 (kapitalisasi pasar Rp385,68M, volume 24 jam Rp158,4M). Perbedaan utamanya: Zora lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 4,5B / 10B ZORA (45%) milik Zora. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Zora selama 14 Hari.
| BLAST | ZORA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,41M | Rp385,68M |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp158,4M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 4,5B / 10B ZORA (45%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Zora adalah protokol media desentralisasi dan pasar NFT yang dibangun di atas Ethereum Layer 2 menggunakan OP Stack. Platform ini memungkinkan kreator untuk mencetak, menjual, dan menampilkan NFT secara langsung di blockchain, menawarkan platform terbuka dan transparan untuk konten digital. Zora bertujuan memberdayakan kreator dengan menyediakan alat untuk monetisasi dan keterlibatan komunitas, membuka era baru media on-chain.
Selengkapnya di halaman ZORA →