Perbedaan Blast dan Boundless: Blast diperdagangkan di Rp6,12 (kapitalisasi pasar Rp401,2M, volume 24 jam Rp797,61M), sedangkan Boundless diperdagangkan di Rp786,81 (kapitalisasi pasar Rp240,35M, volume 24 jam Rp86,09M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Boundless terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Boundless selama 12 Hari.
| BLAST | ZKC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp401,2M | Rp240,35M |
Volume (24h) | Rp797,61M | Rp86,09M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 307M ZKC |
Typical Hold Time | 25 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Boundless adalah protokol universal yang dirancang untuk menghadirkan teknologi zero-knowledge (ZK) ke setiap blockchain. Protokol ini memungkinkan node prover independen untuk menghasilkan ZK proof bagi blockchain Layer 1, aplikasi, rollup, dan infrastruktur di berbagai jaringan. Dengan memindahkan komputasi ke jaringan Boundless dan melakukan verifikasi proof di on-chain, Boundless memberikan lapisan konsisten untuk skalabilitas dan interoperabilitas tanpa perlu mengubah jaringan yang sudah ada.
Selengkapnya di halaman ZKC →