Perbedaan Blast dan Zilliqa: Blast diperdagangkan di Rp4,29 (kapitalisasi pasar Rp287,41M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Zilliqa diperdagangkan di Rp42,7 (kapitalisasi pasar Rp859,17M, volume 24 jam Rp72,8M). Perbedaan utamanya: Zilliqa jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 20,1B / 21B ZIL (96%) milik Zilliqa. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Zilliqa selama 130 Hari.
| BLAST | ZIL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,41M | Rp859,17M |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp72,8M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 20,1B / 21B ZIL (96%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 130 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Zilliqa (ZIL) adalah blockchain publik yang dirancang dengan kemampuan untuk menyelesaikan ribuan transaksi per detik. Proyek ini berusaha untuk memecahkan masalah skalabilitas dan kecepatan blockchain dengan menggunakan sharding sebagai solusi scaling skala lapisan kedua. Platform ini adalah rumah bagi banyak aplikasi terdesentralisasi, dan pada Oktober 2020, platform ini juga memungkinkan adanya staking dan yield farming.
Selengkapnya di halaman ZIL →