Perbedaan Blast dan ZetaChain: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan ZetaChain diperdagangkan di Rp616,74 (kapitalisasi pasar Rp931,71M, volume 24 jam Rp66,78M). Perbedaan utamanya: ZetaChain jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 1,5B / 2,1B ZETA (72%) milik ZetaChain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan ZetaChain selama 19 Hari.
| BLAST | ZETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp931,71M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp66,78M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 1,5B / 2,1B ZETA (72%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →ZetaChain adalah blockchain universal pertama yang menyediakan akses native ke Bitcoin, Ethereum, Solana, dan lainnya. Platform ini menghadirkan pengalaman pengguna yang mulus dan likuiditas terpadu bagi miliaran pengguna. Dengan Universal EVM, ZetaChain memungkinkan pengembang membuat Universal Apps yang berfungsi secara native di berbagai blockchain, menciptakan ekosistem crypto yang lancar dari satu platform.
Selengkapnya di halaman ZETA →