Perbedaan Blast dan ZeroLend: Blast diperdagangkan di Rp4,34 (kapitalisasi pasar Rp291,89M, volume 24 jam Rp16,48M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 29,4× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar Blast 67,2B / 100B BLAST (68%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| BLAST | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,89M | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp16,48M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 67,2B / 100B BLAST (68%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 27 Hari |
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →