Perbedaan Blast dan Zama: Blast diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Zama diperdagangkan di Rp591,9 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp424,18M). Perbedaan utamanya: Zama jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Zama terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Zama selama 4 Hari.
| BLAST | ZAMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp424,18M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 2,2B ZAMA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Zama adalah protokol kriptografi yang memungkinkan smart contract rahasia dan transaksi aset terenkripsi di blockchain publik. Didukung oleh Fully Homomorphic Encryption (FHE), protokol ini memungkinkan komputasi pada data terenkripsi dengan tetap dapat diverifikasi. Zama berfungsi sebagai lapisan lintas chain yang terintegrasi dengan L1 dan L2 untuk menambahkan privasi terprogram pada aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman ZAMA →