Perbedaan Blast dan The White Whale: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan The White Whale diperdagangkan di Rp43,44 (kapitalisasi pasar Rp43,55M, volume 24 jam Rp12,26M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar The White Whale, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 999,8M / 999,8M WHITEWHALE (100%) milik The White Whale. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan The White Whale selama 8 Hari.
| BLAST | WHITEWHALE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp43,55M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp12,26M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 999,8M / 999,8M WHITEWHALE (100%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →The White Whale adalah memecoin berbasis Solana yang menekankan kepemilikan komunitas dan transparansi. Token ini merepresentasikan trader ritel yang menentang praktik pasar yang tidak adil, dengan suplai tetap tanpa pajak atau burn. Dengan filosofi “whale untuk semua,” WHITEWHALE berfokus pada kepercayaan, edukasi, dan keberlanjutan jangka panjang, bukan sekadar hype.
Selengkapnya di halaman WHITEWHALE →