Perbedaan Blast dan Walrus: Blast diperdagangkan di Rp6,27 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp547,21 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp67,89M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| BLAST | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp67,89M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →