Perbedaan Blast dan Vana: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Vana diperdagangkan di Rp21.467 (kapitalisasi pasar Rp627,53M, volume 24 jam Rp20,83M). Perbedaan utamanya: Vana lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 30,1M / 120M VANA (26%) milik Vana. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Vana selama 7 Hari.
| BLAST | VANA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp627,53M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp20,83M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 30,1M / 120M VANA (26%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Vana ($VANA) adalah blokchain Layer 1 yang kompatible dengan EVM, mengubah data pribadi menjadi aset finansial yang dapat diperdagangkan. Vana memberdayakan pengguna untuk memonetisasi data pribadi mereka dengan aman melalui Data DAO (Decentralized Autonomous Organization) dan mekanisme inovatif seperti Proof-of-Contribution. Dengan mengumpulkan dan memvalidasi data melalui Data Liquidity Pools (DLP), Vana dapat memfasilitasi pelatihan model AI yang juga melindungi privasi dan kepemilikan data pengguna. Berfokus pada pembentukan kelas aset baru berupa token data, Vana menjembatani Web2 dan Web3 serta membuka jalan bagi ekonomi data berbasis AI yang revolusioner.
Selengkapnya di halaman VANA →