Perbedaan Blast dan Turtle: Blast diperdagangkan di Rp4,35 (kapitalisasi pasar Rp291,74M, volume 24 jam Rp14,91M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,19 (kapitalisasi pasar Rp119,22M, volume 24 jam Rp18,12M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Blast 67,2B / 100B BLAST (68%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| BLAST | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,74M | Rp119,22M |
Volume (24h) | Rp14,91M | Rp18,12M |
Suplai yang Beredar | 67,2B / 100B BLAST (68%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →