Perbedaan Blast dan Tria: Blast diperdagangkan di Rp6,23 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Tria diperdagangkan di Rp146,17 (kapitalisasi pasar Rp314,16M, volume 24 jam Rp125,7M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 2,2B / 10B TRIA (22%) milik Tria. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Tria selama 3 Hari.
| BLAST | TRIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp314,16M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp125,7M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 2,2B / 10B TRIA (22%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →