Perbedaan Blast dan Thena: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Thena diperdagangkan di Rp942,47 (kapitalisasi pasar Rp124,84M, volume 24 jam Rp75,73M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Thena, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 133,3M / 326,1M THE (41%) milik Thena. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Thena selama 59 Hari.
| BLAST | THE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp124,84M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp75,73M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 133,3M / 326,1M THE (41%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 59 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Thena adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi dalam BNB Chain. Thena menyediakan layanan luas untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Ini juga dirancang untuk memfasilitasi trading spot dan perpetual untuk berbagai jenis aset, sehingga dapat memenuhi kebutuhan berbagai partisipan dalam ekosistem DeFi.
Selengkapnya di halaman THE →