Perbedaan Blast dan Theta Fuel: Blast diperdagangkan di Rp6,31 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp139,28 (kapitalisasi pasar Rp1,03T, volume 24 jam Rp28,69M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Theta Fuel selama 46 Hari.
| BLAST | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,03T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp28,69M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 25 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →