Perbedaan Blast dan Bittensor: Blast diperdagangkan di Rp4,28 (kapitalisasi pasar Rp287,21M, volume 24 jam Rp15,25M), sedangkan Bittensor diperdagangkan di Rp3.639.818 (kapitalisasi pasar Rp40,63T, volume 24 jam Rp1,87T). Perbedaan utamanya: Bittensor jauh lebih besar — sekitar 141,5× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 11,2M / 21M TAO (54%) milik Bittensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Bittensor selama 43 Hari.
| BLAST | TAO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,21M | Rp40,63T |
Volume (24h) | Rp15,25M | Rp1,87T |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 11,2M / 21M TAO (54%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Bittensor adalah protokol open-source yang menggerakkan jaringan machine learning terdesentralisasi berbasis blockchain. Model machine learning dilatih secara kolaboratif dan diberi reward dalam TAO sesuai dengan nilai informasi yang mereka tawarkan secara kolektif. TAO juga memberikan akses eksternal, memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari jaringan sambil menyesuaikan aktivitasnya sesuai kebutuhan mereka.
Selengkapnya di halaman TAO →