Perbedaan Blast dan Swell Network: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp13,22 (kapitalisasi pasar Rp66,33M, volume 24 jam Rp32,31M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 5B / 10B SWELL (51%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Swell Network selama 20 Hari.
| BLAST | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp66,33M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp32,31M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 5B / 10B SWELL (51%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →