Perbedaan Blast dan StakeStone: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp776,04 (kapitalisasi pasar Rp174,93M, volume 24 jam Rp80,76M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 225,3M / 1B STO (23%) milik StakeStone. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan StakeStone selama 10 Hari.
| BLAST | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp174,93M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp80,76M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →