Perbedaan Blast dan MyShell: Blast diperdagangkan di Rp4,34 (kapitalisasi pasar Rp290,7M, volume 24 jam Rp15,25M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,63 (kapitalisasi pasar Rp144,09M, volume 24 jam Rp81,1M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Blast 67,2B / 100B BLAST (68%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| BLAST | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,7M | Rp144,09M |
Volume (24h) | Rp15,25M | Rp81,1M |
Suplai yang Beredar | 67,2B / 100B BLAST (68%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →