Perbedaan Blast dan Siacoin: Blast diperdagangkan di Rp6,24 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp11,07 (kapitalisasi pasar Rp618,08M, volume 24 jam Rp66,81M). Perbedaan utamanya: Siacoin lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Siacoin selama 58 Hari.
| BLAST | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp618,08M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp66,81M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 56B SC |
Typical Hold Time | 25 Hari | 58 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →