Perbedaan Blast dan Sahara AI: Blast diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Sahara AI diperdagangkan di Rp175,07 (kapitalisasi pasar Rp611,82M, volume 24 jam Rp215,9M). Perbedaan utamanya: Sahara AI lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 3,5B / 10B SAHARA (35%) milik Sahara AI. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Sahara AI selama 12 Hari.
| BLAST | SAHARA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp611,82M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp215,9M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 3,5B / 10B SAHARA (35%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Sahara AI adalah platform blockchain AI-native pertama yang memungkinkan siapa saja membuat, berkontribusi, dan memonetisasi pengembangan AI, mendorong aksesibilitas dan kesetaraan di bidang AI. Berdasarkan blockchain Sahara, platform ini menghadirkan Data Services Platform untuk pelabelan data, AI Developer Platform untuk pembuatan dan deployment model, serta pasar AI terdesentralisasi untuk membeli dan menjual dataset, model, agen, dan sumber daya komputasi.
Selengkapnya di halaman SAHARA →