Perbedaan Blast dan Qtum: Blast diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.192 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp96,88M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| BLAST | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp96,88M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →