Perbedaan Blast dan Origin Protocol: Blast diperdagangkan di Rp5,98 (kapitalisasi pasar Rp388,39M, volume 24 jam Rp776,29M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp305,86 (kapitalisasi pasar Rp205,11M, volume 24 jam Rp320,72M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 673M / 1,4B OGN (48%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Origin Protocol selama 74 Hari.
| BLAST | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp388,39M | Rp205,11M |
Volume (24h) | Rp776,29M | Rp320,72M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 673M / 1,4B OGN (48%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 74 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
BLAST menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp6.0796 dan market cap Rp401,2M. Token ini memiliki sirkulasi 66% dari total supply 100 juta, dengan rata-rata hold time 25 hari. Indikator teknis seperti moving averages dan ADX mendukung tren naik meskipun RSI menunjukkan kondisi overbought.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap risiko volatilitas tinggi dan kondisi overbought. Peluang terletak pada potensi breakout di atas resistance Rp7, sementara risiko utama adalah koreksi tajam jika support Rp5 tidak bertahan.
Origin Protocol (OGN) menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp307,32 dan market cap Rp207,75 juta. Posisi harga berada di antara support S1 (Rp284) dan pivot point (Rp323), dengan indikator osilator bullish namun moving averages masih bearish. Token ini memiliki circulating supply 673 juta dari total 1,4 miliar OGN dengan tingkat sirkulasi 48% dan rata-rata hold time 74 hari. Belum ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook jangka pendek netral-bullish dengan resistance kunci di Rp346. Peluang utama terletak pada momentum teknis positif dan potensi breakout di atas pivot point. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi khas crypto, likuiditas terbatas dengan volume trading rendah, dan ketergantungan pada sentimen pasar secara keseluruhan tanpa katalis fundamental baru.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →