Perbedaan Blast dan Neon EVM: Blast diperdagangkan di Rp4,27 (kapitalisasi pasar Rp287,5M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,43 (kapitalisasi pasar Rp60,01M, volume 24 jam Rp2,07M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| BLAST | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,5M | Rp60,01M |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp2,07M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →