Perbedaan Blast dan Neo: Blast diperdagangkan di Rp6,23 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp34.695 (kapitalisasi pasar Rp2,45T, volume 24 jam Rp77,11M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Neo selama 93 Hari.
| BLAST | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp2,45T |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp77,11M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 25 Hari | 93 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →