Perbedaan Blast dan NAVI Protocol: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan NAVI Protocol diperdagangkan di Rp126,35 (kapitalisasi pasar Rp103,49M, volume 24 jam Rp4,35M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar NAVI Protocol, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 816,2M / 1B NAVX (82%) milik NAVI Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan NAVI Protocol selama 11 Hari.
| BLAST | NAVX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp103,49M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp4,35M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 816,2M / 1B NAVX (82%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →NAVI Protocol adalah protokol oracle dan lending terdesentralisasi di blockchain Sui. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk meminjamkan dan meminjam aset crypto tanpa perantara, membangun ekosistem keuangan yang sepenuhnya otonom. NAVI menghadirkan infrastruktur DeFi modular dengan berbagai modul kontrak, termasuk incentivev2, calculator, dynamiccalculator, dan storage. Modul-modul ini meningkatkan fungsionalitas demi pengalaman pengguna yang lebih baik. Untuk alamat kontrak dan detail teknis, silakan kunjungi NAVI Protocol Developer Docs.
Selengkapnya di halaman NAVX →