Perbedaan Blast dan Metaplex: Blast diperdagangkan di Rp6,2 (kapitalisasi pasar Rp401,2M, volume 24 jam Rp797,61M), sedangkan Metaplex diperdagangkan di Rp495,62 (kapitalisasi pasar Rp252,37M, volume 24 jam Rp20,98M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 510M / 1B MPLX (51%) milik Metaplex. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Metaplex selama 14 Hari.
| BLAST | MPLX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp401,2M | Rp252,37M |
Volume (24h) | Rp797,61M | Rp20,98M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 510M / 1B MPLX (51%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Metaplex memainkan peran penting dalam salah satu ekosistem pengembang terbesar di dunia blockchain dengan menyediakan infrastruktur on-chain yang dibutuhkan untuk membuat hampir semua token dan NFT di Solana dan Solana Virtual Machine (SVM). Platform ini digunakan oleh launchpad, marketplace, game, dompet, dan berbagai aplikasi terkemuka lainnya, menghasilkan pendapatan dan volume transaksi yang signifikan melalui infrastrukturnya.
Selengkapnya di halaman MPLX →