Perbedaan Blast dan IOTA: Blast diperdagangkan di Rp4,27 (kapitalisasi pasar Rp287,5M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp607,11 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp107,85M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (67,3B / 100B BLAST (68%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan IOTA selama 49 Hari.
| BLAST | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,5M | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp107,85M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 4,6B MIOTA |
Typical Hold Time | 23 Hari | 49 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →