Perbedaan Blast dan Mina: Blast diperdagangkan di Rp6,3 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Mina diperdagangkan di Rp781,47 (kapitalisasi pasar Rp1T, volume 24 jam Rp89,81M). Perbedaan utamanya: Mina jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Mina terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Mina selama 61 Hari.
| BLAST | MINA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp89,81M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 1,3B MINA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →