Perbedaan Blast dan Merlin Chain: Blast diperdagangkan di Rp6,24 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp308,71 (kapitalisasi pasar Rp406,89M, volume 24 jam Rp47,96M). Perbedaan utamanya: Blast dan Merlin Chain berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 1,3B / 2,1B MERL (63%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| BLAST | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp406,89M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp47,96M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →