Perbedaan Blast dan Manta Network: Blast diperdagangkan di Rp6,23 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Manta Network diperdagangkan di Rp1.077 (kapitalisasi pasar Rp515,84M, volume 24 jam Rp149,21M). Perbedaan utamanya: Manta Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Manta Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Manta Network selama 117 Hari.
| BLAST | MANTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp515,84M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp149,21M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 476,3M MANTA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 117 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Manta Network adalah ekosistem modular untuk Web3 yang memungkinkan pengguna untuk membangun dan menerapkan aplikasi terdesentralisasi berbasis Solidity di Manta, serta memanfaatkan technology stack untuk memberikan kecepatan transaksi lebih cepat daripada L1 dan biaya gas yang lebih rendah daripada L2. Produk utama mereka mencakup Manta Pacific, solusi L2 yang dapat diskalakan dengan biaya gas rendah, dan Universal Circuits, sebuah library agar developer bisa mengintegrasikan kontrak yang mendukung ZK. Manta Network juga menawarkan solusi compliance non-invasif dan bertujuan untuk membangun ekosistem dengan aplikasi yang beragam.
Selengkapnya di halaman MANTA →