Perbedaan Blast dan Terra: Blast diperdagangkan di Rp6,02 (kapitalisasi pasar Rp392,29M, volume 24 jam Rp781,61M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp853,82 (kapitalisasi pasar Rp606,95M, volume 24 jam Rp81,99M). Perbedaan utamanya: Terra lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| BLAST | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp392,29M | Rp606,95M |
Volume (24h) | Rp781,61M | Rp81,99M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 80 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
BLAST menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp6.0796 dan market cap Rp401,2M. Token ini memiliki sirkulasi 66% dari total supply 100 juta, dengan rata-rata hold time 25 hari. Indikator teknis seperti moving averages dan ADX mendukung tren naik meskipun RSI menunjukkan kondisi overbought.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap risiko volatilitas tinggi dan kondisi overbought. Peluang terletak pada potensi breakout di atas resistance Rp7, sementara risiko utama adalah koreksi tajam jika support Rp5 tidak bertahan.
Aset kripto Terra (LUNA) saat ini diperdagangkan pada Rp842,79 dengan kapitalisasi pasar Rp598,27 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak. RSI berada di zona netral, sementara level support terdekat di Rp824 dan resistance di Rp874. Tidak ada pembaruan protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang terbatas pada potensi rebound dari support, namun risiko volatilitas tinggi dan sentimen negatif pasar perlu diwaspadai. Investor disarankan memantau volume perdagangan dan perkembangan jaringan sebelum mengambil keputusan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →