Perbedaan Blast dan Liquity: Blast diperdagangkan di Rp6,19 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Liquity diperdagangkan di Rp3.056 (kapitalisasi pasar Rp292,69M, volume 24 jam Rp33,88M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 96,3M / 100M LQTY (97%) milik Liquity. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Liquity selama 21 Hari.
| BLAST | LQTY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp292,69M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp33,88M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 96,3M / 100M LQTY (97%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →