Perbedaan Blast dan Liquity: Blast diperdagangkan di Rp4,27 (kapitalisasi pasar Rp287,5M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Liquity diperdagangkan di Rp3.500 (kapitalisasi pasar Rp338M, volume 24 jam Rp38,22M). Perbedaan utamanya: Liquity lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 96,3M / 100M LQTY (97%) milik Liquity. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Liquity selama 21 Hari.
| BLAST | LQTY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,5M | Rp338M |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp38,22M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 96,3M / 100M LQTY (97%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →