Perbedaan Blast dan Solayer: Blast diperdagangkan di Rp4,36 (kapitalisasi pasar Rp291,73M, volume 24 jam Rp15,69M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.057 (kapitalisasi pasar Rp503,08M, volume 24 jam Rp198,35M). Perbedaan utamanya: Solayer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (67,2B / 100B BLAST (68%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| BLAST | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,73M | Rp503,08M |
Volume (24h) | Rp15,69M | Rp198,35M |
Suplai yang Beredar | 67,2B / 100B BLAST (68%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 23 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →