Perbedaan Blast dan Solayer: Blast diperdagangkan di Rp6,3 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp543,83M, volume 24 jam Rp194,02M). Perbedaan utamanya: Solayer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Solayer selama 33 Hari.
| BLAST | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp543,83M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp194,02M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 466,1M LAYER |
Typical Hold Time | 25 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →