Perbedaan Blast dan Kava: Blast diperdagangkan di Rp6,3 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Kava diperdagangkan di Rp803,38 (kapitalisasi pasar Rp866,79M, volume 24 jam Rp146,51M). Perbedaan utamanya: Kava jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Kava terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Kava selama 55 Hari.
| BLAST | KAVA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp866,79M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp146,51M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 1,1B KAVA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 55 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →KAVA adalah platform pinjaman DeFi lintas chain yang memungkinkan pengguna untuk meminjam stablecoin USDX dan menyetor berbagai cryptocurrency untuk mulai memperoleh imbal hasil. KAVA dibangun pada blockchain Cosmos dan menggunakan sistem posisi hutang dengan agunan (CDP) untuk memastikan pinjaman stablecoin selalu memiliki jaminan yang cukup.
Selengkapnya di halaman KAVA →