Perbedaan Blast dan Kaia: Blast diperdagangkan di Rp6,32 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp616,86 (kapitalisasi pasar Rp3,92T, volume 24 jam Rp75,97M). Perbedaan utamanya: Kaia jauh lebih besar — sekitar 9,6× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Kaia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Kaia selama 29 Hari.
| BLAST | KAIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp3,92T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp75,97M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 6,4B KAIA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.
Selengkapnya di halaman KAIA →