Perbedaan Blast dan Jelly-My-Jelly: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Jelly-My-Jelly diperdagangkan di Rp952,38 (kapitalisasi pasar Rp952,91M, volume 24 jam Rp97,18M). Perbedaan utamanya: Jelly-My-Jelly jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Jelly-My-Jelly terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Jelly-My-Jelly selama 7 Hari.
| BLAST | JELLYJELLY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp952,91M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp97,18M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 1.000M JELLYJELLY |
Typical Hold Time | 25 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Jelly-My-Jelly adalah memecoin santai yang berfokus pada komunitas untuk mendorong interaksi sosial dan kreativitas. Proyek ini berkembang melalui konten viral dan partisipasi kolektif para pemegangnya. JELLYJELLY hadir murni untuk hiburan dan pembangunan komunitas di dunia crypto.
Selengkapnya di halaman JELLYJELLY →